Malaikat Sahaiel : Panggilan Di Tengah Kabut Langit Sabtu, 06 September 2025 , terasa berat, membebani bahu seperti kegagalan yang beberapa hari belakangan tak mampu kusingkirkan dari pikiran. Seleksi kelayakan yang gagal itu meninggalkan bekas pedih, membuatku butuh jeda, sebuah ruang hening untuk berkontemplasi, mengevaluasi setiap langkah dan kesalahan. Untuk menenangkan gejolak batin, kuputuskan mendaki gunung kecil di dekat rumah. Disclaimer ini perlu: sejatinya, kisah ini terjadi sebulan lalu, di kota lamaku, sebelum aku benar-benar pindah. Dalam perjalanan menuju kaki bukit, aku mampir sebentar ke warung langganan. Kehangatan susu murni dan aroma manis pisang goreng adalah pelipur lara sempurna. Namun, alam tampaknya memiliki rencana lain. Tiba-tiba, hujan turun dengan derasnya, diiringi kabut tebal yang perlahan menelan pandangan. Suhu mendadak turun drastis, menusuk kulit, dan memicu desakan alamiah. Aku harus segera ke kamar kecil. Letaknya tak jauh dari s...